“Dimana??” — berharap engkau bertanya

Saat ini, setelah sekian bulan berganti, aku sedang berada ditempat ini, kembali — lagi.

Tempat dimana kita pernah mengawali rasa, sekaligus pernah mengakhirinya.

Tempat dimana peluk dan kecup kita pernah cipta. Tawa dan sedu sedan pun bahkan tak luput jua.

Tempat dimana kita pernah memadu kasih dahulu kala. Walau sekarang sudah sangatlah terlupa.

Tempat dimana semua tampak mengecil dibawah sana. Hanya gemerlap lampu-lampu menghangat dari puncak ketinggian kota.

Jika engkau tetap pikir bahwa aku dan kita ini “biasa”. Apapun jalan ceritanya, tak perlu lah tuk kembali bernostalgia, apalagi tuk berjumpa atau sekedar bercengkrama.

Cukupkan pada hari kemarin, bergulat dibilik, bercakap diruang tamu, diteduhnya griya milik engkau, menjadi ajal bagi segala sejarah kita berdua.

Ini untuk yang terakhir kalinya, tak lagi butuh terbata-bata dan penuh tanya. Hanya butuh kejujuran dalam jiwa, serta bawalah hati yang bernyawa.

Dekaplah aku dan tak perlu banyak prakata, cukup hanya satu saja, “bersama”. Jika tetap “tidak”, cukuplah hanya diam tak bergerak ditempat mu saat ini berada.

Aku akan tinggal ditempat ini, ingin tak menanti, hingga tepat dipenghujung hari.

Selamat berteka-teki dengan diri.

– Reen

2.43 pm

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s