Segala warna berganti abu-abu.

Pertanda badai dilangit biru.

Air menggenang dipelupuk pilu.

Bagai riak bening nan kelabu.


Tetap menjaga banyak jantung tuk berpacu.

Agar detaknya berirama tuk bersatu.

Bukan karena malu ataupun ragu.

Hanya jadi penyelamat yang belagu.


Nyanyian bisu bertalu-talu.

Rentetan tanya mengganggu.

Tahu takkan cepat berlalu.

Bibir kelu tak lagi mampu.

Jawaban dikira melucu.


Tak gentar bujuk dan rayu.

Kukuh melembutkan muka-muka yang layu.

Terpatri erat dijiwa yang haru.

Tak ada sesal dan tangis tersedu.

Begitu juga rindu.


Walau ikatan tak kasat mata membelenggu.

Situ bukanlah penentu.

Biarlah hanya aku yang tahu.

Tuk mulai hidup yang baru.


– Reen

3.17 am
*Karena satu anu berjuta makna.

Advertisements