Tersara Bara

Sel-sel otak melebihi baja.

Terlalu kuat tuk dipantik.


Tiap tempaan membran, tersulut kenang.

Pada kecepatan cahaya.


Kebanyakan yang harus padam.

Namun nyatanya terang benderang.


Bukanlah percikan yang harus menyala.

Biarlah sengaja tetap mati suri.


Kilatannya mencabik-cabik diri.

Bukan lagi jadi keping, namun butir.
Siksa duniawi terasa begitu hidup.

Walau hanya dengan penggalan memori.



– Reen

11.48 pm

Image by Google
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s