Ku lepaskan goresan pena ku bernyanyi di secarik kertas ini..

Berharap, ia akan menemani dan selalu jadi teman hidupku yang tak lagi berguna ini..

Bagaimana mungkin, ukiran tangan belahan jiwaku yang hanya untuk ku. Ku lenyapkan, menghilang..

Meski tak kuasa dan tak berdaya, sungguh ku ingin menangis, tertawa, bersedih dan bahagia dengannya..

Terlalu tinggikah khayalan ku??

Walaupun tak mau..
Hidup, bukanlah milik ku lagi. Sisanya bergantung kepada yang kuasa..

Sampai saatnya tiba..

Bilakah mampu, sungguh ku ingin hidup lebih lama dengannya..
Dikala hidup ini sudah tak mampu lagi ku pertahankan..

Ingin ku, ia selalu ada disisi ku dan selalu menjaga ku..

Hingga dingin udara tak lagi ku rasa..

Tak lagi ku dengar suara tawa..

Ku tak mau ada senyum disertai tetes air mata..

Tak lupa, semua salah dan dosa dimaafkan dan dilupakan..

Yang tersisa hanyalah kenangan manis yang takkan habis oleh tangis..

By: Rinda Hadiana


 

Nb:

Tulisan ini ku tulis (tulisan tangan) masih jaman duduk di bangku SMA.

Diksi, susunan kata masih amburadul, yaa lumayan lah buat pemula.

Please deh, ini bukan tentang patah hati.

Ini tentang kehilangan teramat sangat akan sosok yang amat dirindukan, Ayah.

Advertisements